
Cerita di Balik Tara
Lahir dari perjalanan kasih orang tua yang berkarya di dunia teknologi, berjuang memahami dunia unik buah hati tercintanya untuk membangun jembatan harapan nyata bagi setiap keluarga.
Berawal dari keluarga kami
Setelah tiga tahun menikah, kami akhirnya dikaruniai seorang anak. Kehadirannya membawa kebahagiaan yang begitu kami nantikan—dan membuka perjalanan baru sebagai orang tua.
Seiring ia tumbuh, kami mulai menyadari bahwa perkembangan bicaranya terlambat. Kami mencari bantuan dan membawanya menjalani terapi. Dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, kami mengetahui bahwa ia berada dalam spektrum autisme ringan. Dari sana, kami mulai belajar memahami kebutuhannya dengan lebih baik.
Ada suara tertentu, seperti suara orang menangis, yang membuatnya tidak nyaman. Beberapa situasi juga dapat memicu kecemasan yang cukup kuat. Hal-hal yang terasa biasa bagi orang lain ternyata bisa terasa begitu berat baginya. Kami pun belajar untuk lebih peka, mengenali pemicunya, dan mendampinginya dengan lebih sabar.
Kini, ia bersekolah di sekolah inklusif sambil tetap menjalani terapi sensori, perilaku, dan wicara. Perjalanan ini masih terus berjalan. Setiap kemajuan, sekecil apa pun, menjadi kebahagiaan bagi keluarga kami.

Dari pengalaman keluarga, tumbuh keinginan untuk berbagi
TARA berawal dari pengalaman sebuah keluarga yang belajar memahami kebutuhan anaknya. Ada kebahagiaan dalam setiap kemajuan kecil, sekaligus kebingungan saat menentukan langkah berikutnya—pengalaman yang juga dekat dengan keseharian banyak orang tua.
Dari perjalanan itu, TARA hadir untuk membantu keluarga menemukan panduan yang lebih mudah dipahami dan ruang untuk saling berbagi. Dukungan keluarga serta pengalaman di dunia teknologi menjadi bekal untuk mewujudkan langkah awal ini.
TARA ingin tumbuh bersama orang tua, komunitas, dan para profesional, dengan mendengarkan pengalaman serta kebutuhan keluarga. Harapannya sederhana: membantu orang tua lebih memahami anak, menemukan langkah yang sesuai, dan merasa ditemani sepanjang perjalanan.
Setiap anak berhak dipahami. Setiap keluarga layak merasa didukung.

Nilai yang Kami Pegang

Empati
Kami mendengarkan dengan hati, memastikan setiap keluarga merasa didukung dalam perjalanan unik mereka.

Kolaborasi
Menghubungkan orang tua dengan terapis dan profesional untuk menciptakan ekosistem pendukung yang kuat.

Keamanan Data
Perlindungan privasi keluarga Anda adalah fondasi utama dari setiap teknologi yang kami bangun.

Harapan
Kami percaya pada masa depan yang cerah bagi anak-anak neurodiverse melalui potensi yang terus bertumbuh.

Bagus Mahadityo — Founder TARA
Bagus Mahadityo, yang akrab dipanggil Bama, memiliki pengalaman sekitar 20 tahun di industri teknologi, termasuk di IBM Indonesia dan Oracle Singapore. Latar belakangnya mencakup pengembangan bisnis, kepemimpinan tim, dan kemitraan, dengan fokus pada transformasi digital.
Bama merupakan lulusan S1 Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan saat ini sedang menempuh program MBA di School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB).
Sebagai orang tua yang memiliki anak dalam spektrum autisme, Bama memahami bahwa mendampingi anak membutuhkan proses belajar yang terus berjalan. Pengalaman ini mendorongnya membangun TARA, menghubungkan pengalamannya di dunia teknologi dengan kebutuhan sehari-hari keluarga melalui panduan praktis dan ruang berbagi bagi orang tua anak neurodiverse. Dukungan istri dan anak menjadi bagian penting dalam perjalanan ini, memberi Bama semangat untuk mengubah pengalaman keluarga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga lain.
Baginya, setiap anak berhak dipahami, dan setiap orang tua membutuhkan dukungan dalam menemukan langkah berikutnya.